pendapat-konsumen-tentang-toyota-agya-makassar

Memilih Ban dan Mengganti Ukuran Ban yang Aman

Ban merupakan salah satu peranti penting untuk sebuah kendaraan karena merupakan komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan. Memilih ban pastinya tidak bisa sembarangan lantaran berkaitan dengan masalah keselamatan, kenyamanan hingga efisiensi bahan bakar.

Sales Rekomendasi Toyota Urip Sumoharjo, Makassar, Mario memberikan sedikit tips memilih ban yang tepat. Pertama dan yang paling penting adalah, cari ban yang ukurannya sesuai dengan anjuran produsen mobil seperti Toyota. Anjuran produsen mobil mengenai ban biasanya sudah tertera di bagian pintu mobil.

“Karena produsen mobil pasti sudah melakukan studi dan riset yang mendalam. Jadi sudah dihitung tekanan angin, bobot, segala macam,” kata Mario kepada toyota-makassar.net, di Dealer Resmi Toyota Jl. Urip Sumoharjo, Makassar.

Walaupun demikian, pemilik mobil masih boleh meningkatkan ukuran roda kendaraannya. Asalkan, peningkatan ukuran tersebut masih dalam batas wajar.

“Begitu pemilik mobil mau grade up, yang harus diperhatikan tetap standar pabrikan mobil itu berapa. Pertama dimensi ban. Contohnya, mobil A dengan ukuran ring 14, tidak boleh tiba-tiba langsung 18 inci. Ada hitungannya. Minimal sama tingginya. Jadi misalnya ukuran 175/65-14, mau dinaikkan ke ring 15 bisa saja, jadi 185 tapi aspek rasionya dibuat turun jadi 60, tingginya jadi sama. Itu gunanya nanti odometer enggak kacau, fuel consumption di situ ada, pengereman juga. Minimal naik satu atau turun satu,” kata Mario.

tips-ampuh-merawat-ban-mobil-makassar

Yang harus diperhatikan ketika meningkatkan ukuran roda kendaraan adalah load index harus tetap mengacu pada rekomendasi produsen mobil. Load index merupakan sebuah indeks kemampuan ban menopang beban.

“Kalau di ban itu suka ada tulisan 185/65 R15 82H, misalnya, 82 itu adalah load index. Load index itu kemampuan ban menopang beban. Load index enggak boleh turun sama sekali, itu harus sama karena menyangkut kemampuan ban. Karena mereka sudah dihitung dan diriset,” kata Mario.

Setelah menentukan ukuran ban, pastikan fungsi ban sudah sesuai. Penggunaan ban untuk jalan biasa, jalan mulus, jalan agak kasar sampai jalan sangat buruk tentu membutuhkan ban yang berbeda.

“Menentukan kembangan yang cocok. Kalau anda sukanya jalan di highway misalnya, kembangan yang halus-halus aja. Tapi kalau misalnya agak berbatu, butuh ban yang berbeda lagi. Yang paling jelas itu di mobil SUV, untuk jalan tol pakainya HL atau Highway Luxury, itu total saja dia di highway saja. Atau yang agak umum All Terrain (AT) jadi boleh di jalan mulus banget atau agak sedikit kasar. Ada juga yang MT atau Mud Terrain. Ada juga yang MT Extreme untuk adventure (offroad ekstrem),” ujar Mario.

Langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan saat memilih ban adalah komponnya. Memang orang awam akan sulit melihat keadaan kompon sebuah ban.

“Bisa dilihat dari mereknya, abal-abal yang murahan atau tidak. Begitu dia beli, yang paling ketahuan itu pengereman di jalan basah atau kering. Pengereman itu pengaruh ban besar sekali. Karena yang menempel di jalan itu hanya ban. Orang bisa tahu kompon ban dari mereknya. Kembangan yang terlihat bagus untuk jalan basah itu belum tentu kalau komponnya mendukung. Lihat juga di brosurnya, bahwa klaim produsen ban itu apa. Produsen ban enggak boleh ingkar dari klaimnya,” kata Mario.

Terakhir, lihat garansi yang diberikan produsen ban. Garansi itu bisa menjamin bahwa ban tidak cacat produksi.

“Warranty bahwa produk tidak cacat produksi. Kalau kerusakan pabrik pasti diganti. Beberapa produk Toyota menggandeng produsen Ban ternama Bridgestone yang garansinya 5 tahun sejak beli. Sejak beli, buka dari serial number (tanggal produksi),” ucap Mario.

PENILAIAN ANDA MENGENAI ARTIKEL INI