Toyota-Calya-Indonesia-makassar

Pada dasarnya setiap kendaraan pasti ingin memberikan kenyamanan untuk pengguna dan seluruh penumpangnya. Seperti pada sistem air circulation pada Toyota Calya yang diklaim Toyota mampu mendinginkan hingga kabin belakang atau pada bangku baris ke-3. Namun, seberapa efektifkah sistem pendingin tersebut?

Seperti dikutip dari rilis PT. Toyota Astra Motor (TAM), sistem air circulation Toyota Calya sangat efektif digunakan karena mampu dengan cepat mendinginkan kabin belakang.

Ingin tahu bagaimana sistem kerja Air Circulation Toyota Calya? berikut pemaparan singkatnya.

Cara Kerja Air Circulation Toyota Calya

Pendingin ruang adalah faktor krusial untuk sebuah MPV. Sistemnya musti cukup baik untuk dapat mendinginkan ruang kabin yang cukup besar dan luas. Padahal kita semua telah paham jika cuaca tropis Indonesia merupakan salah satu tantangan terberat untuk sistem AC mobil.

Bagaimana-Cara-Kerja-Air-Circulation-Toyota-Calya-makassar

Di lain sisi, ada juga keinginan untuk menekan biaya produksi agar harga mobilnya tetap terjangkau. Dan ini semua merupakan syarat mutlak bagi sebuah produk mobil murah selevel LCGC seperti Toyota Calya terbaru 2016. Maka dengan dasar ini, Toyota menciptakan fitur sederhana Air Circulation pada Toyota Calya. Benarkah sistemnya efektif?

Baca Juga:

Jika mobil jenis lain membutuhkan waktu yang cukup lama guna mengantarkan udara hingga belakang, Toyota Calya cuma butuh waktu 2 detik, kabin bagian belakang langsung terasa amat dingin. Mekanisme kerjanya, yaitu dengan menyedot udara yang berasal dari pusat pendingin AC pada dasboard, kemudian ditiupkan ke kabin belakang via blower yang terdapat di atap.

Dengan sistem ini kabin belakang lebih cepat dingin. Bahkan memiliki selisih mencapai 7 detik jika dibandingkan mobil lain di kelasnya. Fitur ini pastinya akan dapat memberikan kenyamanan untuk penumpang di baris ketiga yang jauh dari pusat pendingin kabin yang ada di depan.

Sebenarnya, prinsip kerja mengembuskan udara dingin dari dasboard langsung ke kabin belakang adalah bukanlah ide baru untuk sistem pendingin AC mobil. Nissan Grand Livina bahkan sudah lebih dulu melakukannya. Hanya saja MPV besutan Nissan ini tidak memakai blower tambahan di atap. Ini terkait dengan desain kabinnya yang tidak seluas dan sebesar Toyota Calya.

Toyota sebagai brand otomotif terkemuka di Indonesia sangat berupaya mengembangkan produk yang telah sesuai dengan karakteristik konsumen otomotif Indonesia. Dengan salah satu pilarnya beyond technology ini, Toyota berharap dapat memperoleh respon positif dari masyarakat Indonesia, dan khususnya konsumen Toyota Calya Makassar.

Untuk informasi terkait dengan pembelian dan prosedur pemesanan mobil, silahkan hubungi nomor kontak dibawah ini

MARKETING & SALES
MARIO IRIANTO H
081242158413 | PIN BB : 5F566460

PENILAIAN ANDA MENGENAI ARTIKEL INI