mengecek-transmisi-otomatis-Toyota-Avanza

Walaupun telah dikenal luas di masyarakat Indonesia, tapi masih ada saja konsumen yang bingung dan tidak mengerti mengenai perawatan mobil dengan transmisi otomatis.

Mobil dengan transmisi otomatis kini laris manis di pasaran otomotif itu disebabkan salah satunya karena Kinerjanya yang efisien dan praktis. Dan saat ini mobil matik merupakan solusi pas menghadapi kemacetan, terutama di kota besar seperti Makassar.

Tidak cuman kaum hawa yang banyak memilih mobil tipe matik, kaum Adam pun banyak yang tertarik. Ya, dengan transmisi otomatis, kaki serta lutut tidak mudah lelah karena tak lagi ada pedal kopling.

Tidak hanya di mobil sedan dan versi hatchback, transmisi matic jaman sekarang menjadi varian di berbagai type dan kelas mobil. Misalnya, kelas Low Multi Purpose Vehicle (LMPV), seperti Toyota Grand New Avanza. Ada dua tipe Grand New Avanza dengan transmisi matik yang bisa Anda coba dan pilih, yaitu tipe 1.3 E dan 1.3 G.

Walaupun mobil matik saat ini sudah menjamur, kenyataannya masih banyak konsumen yang bingung dalam perawatan mobil dengan transmisi otomatis. Berikut ini tips N trik sederhana bagaimana merawat mobil matik agar halus dan awet:

1. Rajin Memeriksa Kondisi Oli Transmisi Otomatis

Sebelum pemeriksaan dilakukan, pastikan mobil diparkir di area bidang yang rata. Sehingga Anda mudah mengetahui volume oli dengan pas. Anda dapat melihat kondisi oli transmisi melalui dipstick.

Penggantian oli dilakukan jika oli sudah berubah warna kehitaman. Jika Anda melihat warna seperti cokelat susu, kemungkinan oli telah campur dengan air. Segera ganti demi mencegah terjadi karat serta kerusakan pada komponen lainnya.

Jika Anda menemukan oli di bawah garis oli rendah, dipastikan ada kebocoran dan secepatnya segera ditanggulangi.

2. Ganti Oli Tranmisi Otomatis

Mengganti oli secara umum dihitung dengan durasi atau waktu lamanya pemakaian. Idealnya, oli transmisi matic diganti setiap 50 ribu kilometer. Tapi, jika pengguna mobil memiliki mobilitas yang cukup tinggi atau sering kali melewati wilayah stop and go alias macet, baiknya jadwal penggantian oli dilakukan lebih awal. Mengganti oli transmisi matic secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan mobil serta gunakan oli transmisi otomatis yang sesuai.

3. Posisikan Transmisi Otomatis Secara Tepat

Biasakan memposisikan tuas tranmisi pada posisi netral (N) saat mobil berhenti. Misalnya, saat terjebak kemacetan atau posisi di lampu merah.

Jika Anda sering memposisikan tuas di posisi Drive (D) itu sama saja dengan membuat kanvas kopling terus bergesekan. Kanvas yang cepat aus membuat kinerja tranmisi otomatis berjalan tidak optimal.

4. Jangan Tancap Gas Tiba-tiba

Disarankan jangan menginjak pedal gas dalam-dalam saat baru memulai berjalan karena akan mengganggu kualitas katup solenoid.

Sistem perangkat transmisi mobil matic membutuhkan beberapa detik untuk menghasilkan tekanan dari oli ke konverter torsi. Jika proses ini belum selesai dan sudah terlanjur terdapat tekanan besar, akibatnya bisa membuat katup solenoid rusak.

5. Jangan Keseringan Melakukan ‘Setengah Kopling’

Kondisi diatas dimaksud yaitu memanfaatkan kerja transmisi sebagai ganti rem saat mobil berada pada kondisi tanjakan dan sedang macet. Sistem transmisi akan dipaksa menahan mobil agar tidak merosot mundur.

Situasi ini seperti tidak memindahkan posisi tuas dari D ke N pada saat stop di depan lampu merah atau mengalami kemacetan.

Selamat mencoba dan rawatlah mobil matic Anda sebaik mungkin demi kenyamanan dan keselamatan Anda dan keluarga selama dalam perjalanan.

PENILAIAN ANDA MENGENAI ARTIKEL INI