toyota mirai

Toyota Motor Corporation sudah memiliki mobil dengan konsep masa depan. Yup, Toyota Mirai sebagai mobil hidrogen atau mobil sel bahan bakar, diklaim sebagai jagoan Toyota untuk mobil masa depan. Kata ‘Mirai’ sendiri berasal dari bahasa Jepang yang artinya masa depan.

Mobil hidrogen Toyota di produksi di pabrik Motomachi yang sudah ada sejak 1956. Dikutip dari rilis resmi Toyota Motor Corporation, pabrik Motomachi sebelumnya sudah memainkan peran yang luar biasa untuk mewujudkan impian Toyota sebagai contributor utama di bidang otomotif global.

Pabrik ini pertama kali menjadi pabrik produksi untuk kelas mobil penumpang di Jepang. Mobil-mobil jagoan Toyota yang sudah melanglang buana seperti Merk Publica, Toyota Corona, Cresta, Soarer, Toyota Supra, RAV4, terakhir mobil super Lexus LFA dibangun di fasilitas Motomachi ini.

Kini, pabrik Motomachi ditugaskan memproduksi sedan bertenaga hidrogen, yang diberi nama Toyota Mirai. Produksi Mirai oleh Toyota diklaim di desain dengan fokus dan perhatian pada detail yang sama dari varian lain yang sudah diproduksi Motomachi. Ditargetkan, tiga unit Toyota Mirai akan selesai di produksi di pabrik ini.

Baca Juga: Pasar Otomotif Menurun.. Toyota ‘Senyum Simpul’

Untuk Jalur perakitan, Toyota Mirai dibagi dalam tiga bagian utama. Ketiganya terdiri atas Trim, Perakitan sel bahan bakar atau sasis dan perakitan akhir. Dan setiap bagian, ada daerah sub-sub perakitan untuk instalasi bagian.

Proses memproduksi Toyota Mirai ini, hal pertama yang dilakukan adalah mengecat kerangka bodi mobil di bagian produksi massal Motomachi.

Pintu-pintu mobil dilepas demi memudahkan pekerjaan interior dan meminimalisir pintu menjadi rusak. Setelah semuanya pintu dilepas, Mekanik kemudian menanam beberapa instrumen penting. Instrumen yang dimaksud meliputi kabel-kabel, Dash Silencer, bagian Tangki minyak rem, Lampu kombinasi bagian belakang, panel instrumen, baterai utama, dan lapisan atap, serta pemasangan bumper belakang.

Tahap Selanjutnya, masuk ke bagian perakitan sasis dan sistem sel bahan bakar. Sel bahan bakar sedan Toyota Mirai dilengkapi bingkai CFRP Stack Frame serat karbon dan diperkuat dengan plastik. Teknisi pabrik kemudian melakukan instalasi fuel cell stack, konverter tenaga dari bahan bakar, terakhir tangki dan tabung hidrogen. Agar proses ini tidak bermasalah, mengetes kebocoran hidrogen harus dilakukan dengan menggunakan helium.

Fuel cell stack dan tangki hidrogen pada Toyota Mirai harus diinstal secara bersamaan. Kemudian melakukan persiapan motor listrik dan menggabungkan kompresor udara ke bagian Fuel Cell Stack.

Harus diperhatikan, sebelum semua perakitan sasis selesai, komponen pendukung mobil harus sudah dipasang. Pemasangan komponen meliputi Drive Shaft, As Roda depan, Inverter, bagian Unit Pemanas Aair, kabel-kabel, suspensi depan, Motor, As Roda Belakang, Bumper depan serta Roda dipasang.

Masuk ke tahapan perakitan akhir Toyota Mirai. Untuk perakitan terakhir dilakukan proses instalasi dan perakitan sistem External Power Supply, Interior Kendaraan, bagian Engine Bay, serta kaca depan dan jendela belakang. Setelah semua tahap dilalui, Mirai kembali harus melalui pemeriksaan sistem pengapian sampai benar-benar dikatakan laik pakai.

Done, mobil Toyota Mirai akhirnya selesai. Eits, tunggu dulu, masih ada satu tahap lagi sampai bisa dikatakan Toyota Mirai ini benar-benar layak dipasarkan dan digunakan konsumen dengan aman.

Tahap terakhir tersebut yaitu kontrol kualitas dan inspeksi. Kontrol kualitas dilakukan dengan terinci dan ketelitian tingkat tinggi sebelum Toyota Mirai meninggalkan pabrik Motomachi. Kontrol kualitas Toyota menggunakan sistem inspeksi visual dan sentuhan demi memastikan kendaraan adalah high quality, tanpa cacat sampai benar-benar meninggalkan salam perpisahan dengan pabrik.

PENILAIAN ANDA MENGENAI ARTIKEL INI