macet

Situasi dilematis dihadapi para pengemudi yang terjebak macet dalam waktu yang lama, apalagi seperti kota Makassar yang sudah mulai banyak mengalami kemacetan. Menutup jendela rapat-rapat bisa membuat penumpang kehabisan oksigen, sedangkan membuka jendela bisa membuat emisi gas buang kendaraan masuk ke kabin.

Emisi gas buang dari kendaraan bermotor diketahui mengandung gas karbon monoksida (CO) yang sangat beracun. Gas tersebut dapat mengikat Hemoglobin (Hb) yang sangat kuat sehingga darah tidak bisa mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh secara baik. Karena kebanyakan mesin tetap akan menyala walaupun kondisi jalan macet, sehingga sangat disarankan menutup jendela mobil.

Menutup jendela dan pintu mobil demi mengurangi masuknya asap polusi serta partikel ke dalam. Dengan tetap menyalakan AC dengan mode recirculate, jangan pake mode outdoor circulate yang akan mengambil udara dari luar untuk menanggapi kemacetan di jalan raya.

AC

Akan tetapi, berlama-lama di dalam mobil yang tertutup rapat juga menyimpan risiko. Sistem pernapasan manusia akan merubah Oksigen (O2) yang ada dan merubahnya menjadi CO2. Jika kandungan oksigen terus menipis, maka lama kelamaan penumpang di dalam mobil tidak bisa bernapas. Untuk kondisi tertentu, memilih untuk membuka jendela agar terjadi pertukaran udara, menjadi perlu dipertimbangkan.

Bila kemacetan total terjadi dan udara di luar tidak terlalu panas, lebih baik matikan mesin mobil agar mengurangi polusi udara di sekitar kemacetan.

Saat situasi terjebak macet, kegiatan lain yang akan menambah polusi udara sebaiknya dihindari. Salah satu di antaranya adalah merokok.

PENILAIAN ANDA MENGENAI ARTIKEL INI