2015 Reveal of All New Toyota Fortuner. (Crusade pre-production model shown)

Ilustrasi; Perhatikan hal berikut jika anda ingin mengganti ban dan memilih ban pengganti untuk mobil anda

Karet hitam yang membalut roda pada kendaraan merupakan salah satu bagian yang terpenting. Ban merupakan komponen yang memastikan kendaraan tetap berpijak di atas jalan, sekaligus memastikan penggunanya merasakan kenyamanan serta keselamatan selama berkendara. Walau begitu, ban juga memiliki batas masa pakai, karetnya akan aus bahkan bisa saja rusak saat digunakan karena sesuatu hal. Lalu, kondisi bagaimana yang membuat Anda musti segera mengganti ban? Berdasarkan informasi dari Bridgestone Indonesia, berikut hal-hal yang patut diperhatikan:

1. Kedalaman Telapak Ban

tips-mengganti-ban-mobil-toyota-makassar

Permukaan ban mempunyai pola telapak yang sering disebut kembangan ban dengan ketebalan tertentu. Biasanya, karena pemakaian mobil setiap hari, maka ketebalan kembangan ban akan berkurang, sampai pada batas tertentu akan membuat ban harus segera diganti. Jika ketebalan kembangan ban anda kurang dari 1,6 mm, maka sebaiknya harus segera diganti.

Cara paling mudah mengetahui ketebalan kembangan ban adalah dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) yang terdapat pada telapak ban. TWI adalah tonjolan karet yang ada pada ban yang jika telah sejajar dengan permukaan telapak ban berarti ban harus segera diganti. Posisi TWI bisa diketahui dengan cara melihat logo segitiga pada bagian dinding ban.

2. Kondisi Telapak Ban

tips-mengganti-ban-mobil-toyota-makassar-toyota

Selain tingkat keausan telapak, secara visual juga dengan melihat kondisi telapak ban. Kemungkinan, tingkat keausan ban yang tidak merata disebabkan tekanan angin yang berbeda di ban satu dengan yang lainnya atau justru kurang angin. Spooring roda yang tidak seimbang, atau adanya kerusakan pada suspensi. Keausan bisa terjadi pada telapak bagian luar, telapak bagian dalam, atau di spot-spot tertentu ban. Untuk kasus yang terakhir, biasanya diakibatkan karena pengereman mendadak yang belum dilengkapi sistem rem ABS, menjadikan ban akan aus pada satu titik saja.

Kerusakan lain pada telapak ban yang sering terjadi yaitu Tread Chipping. Ini adalah telapak yang terlihat seperti terkikis tidak rata karena pemakaian ban yang tidak tepat. Sebagai contohnya, penggunaan ban untuk permukaan aspal tapi digunakan di kondisi jalan yang berbatu atau kasar. Kondisi permukaan jalan yang buruk juga bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan tread chipping jika kecepatan mobil tidak dijaga.

3. Kondisi Dinding Ban

Tidak hanya telapak, dinding ban juga perlu untuk diperhatikan. Biasanya, karena tekanan angin yang kurang, dinding ban akan menjadi mudah rusak. Yang paling sering terjadi adalah terdapat benjolan pada dinding ban. Hal ini sering terjadi karena benang konstruksi dinding ban yang sudah terputus sehingga tidak lagi bisa menahan tekanan angin yang diisikan. Jika ban sudah kondisi seperti ini dan masih terus digunakan, selain tidak akan merasa nyaman, juga mengundang resiko tinggi ban pecah karena sudah tidak dapat menahan beban serta kecepatan.

dinding-ban-toyota-makassar

Selain benjolan, perhatikan juga jika  terjadi dinding ban retak. Hal ini juga bisa terjadi karena pemakaian ban dalam kondisi ban yang kurang tekanan angin dan cara mengemudi yang kurang baik. Beberapa tanda kerusakan ini mengharuskan penggantian ban perlu segera dilakukan. Walau begitu, proses penggantian ban juga tidak boleh dilakukan begitu saja. Masih ada beberapa hal lain yang juga harus anda perhatikan sebelum memutuskan mengganti ban mobil Anda.

Hal paling utama yang diperhatikan jika ingin mengganti ban adalah kesesuaian Load Index Ban pengganti dengan ban standar. Artinya, load index pada ban pengganti tidak boleh lebih kecil dari ban standar, sebab load index adalah patokan kemampuan ban guna memikul beban kendaraan serta penumpangnya. Contoh, untuk ban standar ukuran 175/65 R15 mempunyai load index 84. Artinya, ban pengganti yang Anda pilih harus memiliki load index 84, apapun ukurannya.

TireCode-ban-toyota-makassar

Langkah selanjutnya adalah dengan menyesuaikan diameter total Velg dan ban yang akan diganti. Menurut aturan, penggantian velg dan ban musti memenuhi syarat -10% hingga maksimal +12% dari diameter velg standar. Contoh, saat memutuskan mengganti ban standar ukuran 175/65 R15 berdiameter total 609 mm, dengan velg 17 inch, maka beberapa pilihannya yaitu di ban berukuran 205/45 R17 berdiameter 616 mm atau 205/40 R17 yang berdiameter 596 mm.

Selain itu, perhatikan jenis telapak ban, karena hal ini cukup mempengaruhi tingkat kebisingan dan daya cengkram ban. Perhatikan juga konstruksi dinding ban yang berpengaruh di pengendalian mobil saat meluncur di jalanan.

Ban yang menunjukkan kualitas baik yaitu ban yang bisa menyuguhkan performa sesuai dengan kebutuhan pengendaranya. Sebagai contoh, untuk ban ramah lingkungan yang mampu memberikan efisiensi bahan bakar, maka sebaiknya memilih ban dengan rolling resistance yang rendah. Selain soal efisiensi BBM, ban juga menunjukkan parameter lain yang lebih baik disepanjang perjalanan, seperti stabilitas mobil dan kenyamanan yang mengendarai.

PENILAIAN ANDA MENGENAI ARTIKEL INI